Potensi Desa

Desa Pandansari Paguyangan Kabupaten Brebes

  1. DESA PANDANSARI, PAGUYANGAN,BREBES
  1. Potensi Desa Pandansari

Pandansari adalah desa di kecamatan PaguyanganBrebesJawa TengahIndonesia. Desa ini berada di sekitar 14 kilometer arah timur dari pusat pemerintah kecamatan. Mayoritas penduduk desa Pandansari bekerja di sektor pertanian, yakni sayur mayur. Produk sayur mayur seperti wortel, kentang, kobis dipasarkan ke berbagai wilayah antara lain Banyumas dan Jakarta. Selain itu, sebagian warga lainnya bekerja sebagai buruh pemetik teh di kebun teh kaligua yang dikelola oleh PTPN IX Jateng.

Beberapa Potensi Desa Pandasari Paguyangan

  • Selain sektor pertanian dan peternakan yang selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Pandansari, saat ini sektor pariwisata juga tengah mereka rintis untuk mewujudkan Desa Pandansari sebagai desa wisata.
  • Untuk itu sejumlah persiapan telah dilakukan, baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat setempat. Di antaranya berupa pengadaan sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan wisata.
  • Kepala Desa Pandansari Sukhamdo saat ditemui Radar mengatakan, di Desa Pandansari saat ini telah tersedia sebanyak 10 homestay yang nantinya dapat digunakan wisatawan.
  • “Homestay-homestay tersebut tersebar di dua pedukuhan, yakni Dukuh Taman dan Dukuh Igirpandan. Dua lokasi tersebut sengaja di pilih karena keberadaannya yang cukup strategis bagi wisatawan untuk menikmati pesona alam yang ada,” kata Khamdo.
  • Wisata desa, menjadi andalan Pandansari dalam memikat wisatawan untuk datang berkunjung untuk menikmati keunikan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
  • “Nantinya wisatawan selain menikmati wisata desa juga akan diajak mengetahui langsung adat istiadat yang tumbuh dan terpelihara di Desa Pandasari. Selain itu mereka juga bisa menikmati wisata tanam memanen kentang sebagai andalan pertanian di sini,” terangnya.
  • Persiapan lain yang tengah dilakukan yakni melakukan penataan dengan menciptakan hutan wisata yang berada di lokasi Telaga Ranjeng. Di mana nantinya di lokasi tersebut akan dilengkapi dengan pembangunan sarana out bond, gazebo dan bumi perkemahan.
  • “Kita sedang mengupayakan akses jalan sebagai awal persiapan, di mana nantinya di sana kita juga melengkapi lokasi tersebut dengan kebun kopi dan wisatawan dapat memetik sekaligus menikmati langsung kopi di lokasi tersebut,” kata Khamdo.
  • Selain homestay, dikatakan Kahmdo, upaya lain yang dilakukan bersama masyarakat di antaranya melalui pagelaran kesenian lokal, penjualan cinderamata serta wisata kuliner makanan khas yang disajikann langsung oleh warga lokal. (*)Radar Tegal.
  1. Obyek Wisata

Ada beberapa objek menarik yang ditawarkan di desa wisata ini :

  1.  Cagar Alam Telaga Renjeng

Telaga Ranjeng, atau biasa juga diucapkan telaga renjeng berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Telaga Ranjeng merupakan objek wisata air potensial dikabupaten Brebes.

Telaga Ranjeng yang dibangun tahun 1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur. Cagar alam tersebut memiliki luas empat puluh delapan setengah hektare terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga, yang sebelumnya merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa.

Daya tarik dari Telaga Ranjeng adalah udara pegunungan yang sejuk, hutan lindungcagar alam, serta terdapat beribu-ribu ikan lele yang jinak dan dianggap keramat, yang dianggap sebagai penghuni telaga.

Konon ikan lele penunggu Telaga Ranjeng yang memiliki kedalaman tiga meter, hanya bisa diajak bermain -main dan tidak diperkenankan untuk diambil meski hanya satu ekor.

Penunggu telaga menceritakan pernah ada seorang wisatawan yang mencoba mengambilnya namun sampai di rumah orang tersebut kemudian sakit-sakitan baru sembuh setelah mengembalikan ikan lele ke Telaga Ranjeng.

Benar atau tidaknya cerita tersebut, yang jelas Telaga Ranjeng merupakan aset wisata yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat sekitar dan pemerintah untuk mengembangkan tempat tersebut.

  1. Goa Jepang

Sekitar 2 km dari Telaga Renjeng ada Goa Jepang yang dibangun di bawah kebun teh tempat persembunyian tentara Jepang yang dulu berusaha merebut kebun teh yang dimiliki Van De Jong. Di dalamnya berisi ruang sidang, ruang tahanan, ruang ritual, ruang pembantaian, kamar tempat jugun ianfu, dan ruang senjata.

Tips untuk mengunjungi Goa Jepang:

  • 1) Karena berjalan kaki dan cukup mendaki pastikan jantung dan kesehatan Anda cukup prima
  • 2) Sebaiknya membawa senter sendiri karena penerangan lampu tidak cukup merata di sepanjang lorong. Pemandu terkadang jauh dari kita, sehingga resiko kepala terantuk batu atau tersandung batu tetap ada. Jika Anda menggunakan Blackberry dengan lampu flash gunakan fitur video + tekan spasi untuk menciptakan senter. Jika menggunakan Android atau iPhone, gunakan aplikasi senter. Jika HP punya fasilitas senter, lebih baik lagi.
  • 3) Bacalah doa sebelum memasuki tempat ini sesuai kepercayaan Anda masing-masing. Ruangan ini dulu tempat pembantaian dan pemerkosaan. Banyak hawa negatif di dalamnya. Jangan bawa anak balita memasuki Goa ini.
  • 4) Jika membawa kamera, pastikan menggunakan flash, dan set ke Manual Focus
  • 5) Jangan masuk tanpa pemandu. Resiko tersesat tetap ada karena banyak lorong bercabang.
  • 6) Pastikan anak-anak dalam pengawasan Anda, dan tidak terbawa rombongan lain yang berpapasan di tengah lorong gua
  • 7) Jika Anda takut tempat gelap dan sempit, jangan masuki tempat ini
  1. Mata Air Tuk Bening

Anda bisa membasuh muka setelah lelah berjalan-jalan di kebun teh dengan air jernih nan dingin ini. Anak-anak juga bisa menikmati bebek air yang digenjot kaki maupun tangan. Konon airnya bersih sekali sehingga bisa diminum.

  1. Tea Walk di Kebun Teh

Salah satu cara menguruskan badan dan menikmati keindahan kebun teh adalah berjalan-jalan di antara teh yang menghijau. Indah sekali.

  1. Outbound dan Memetik Sayuran

Jika datang dalam kelompok, bisa juga ikut outbound di lapangan. Flying fox dan meniti tersedia buat para pengunjung. Bila Anda gemar sayuran, bisa memetik langsung dari kebun.

Tips buat Anda yang ingin mengunjungi tempat ini:

  1. Pastikan Anda membawa mobil dengan cc yang kuat untuk menanjak jalanan yang lumayan curam. Sebaiknya menggunakan kendaraan dengan cc 1500 ke atas. Motor juga sama. Pastikan rem kendaraan dalam kondisi prima! Waktu pulang kendaraan akan meluncur dan rem pakem wajib hukumnya!
  2. Tidak seperti Guci yang bisa dikunjungi tengah malam sekalipun untuk berendam di air hangat, wisata di sini ada jam-jamnya. Pastikan Anda datang antara jam 7 pagi hingga jam 5 sore, karena selepas itu tempat wisatanya sepi sekali. Goa Jepang dipastikan tidak bisa dimasuki setelah jam tertentu di sore hari.
  3. Bawa baju hangat bila Anda tidak terbiasa udara dingin. Jika hujan turun, suhu dipastikan rendah.
  4. Sebaiknya tidak mengunjungi daerah ini pada saat peak season seperti pada saat lebaran atau akhir tahun. Jalanan yang sempit bila macet akan melelahkan dan cukup berbahaya.